Postingan

Awal

 Aku tidak ingat apa topik percakapan awal kita, hanya saja aku tidak akan pernah lupa soal kau yang duduk di sampingku kala itu. Di bawah cahaya temaram bulan dan bau basah setelah hujan. Wajah masygulmu masih bingung merangkai kata dengan roman tubuh yang kaku. Mencari-cari topik untuk dibicarakan, padahal kamu bukan tipe orang yang pandai mencari topik pembicaraan. Kamu juga tipe orang yang malas untuk berteman. Alasannya tak logis, hanya karena tidak ingin menambah list kondangan.  Tidak ada pemandangan hebat di luar sana yang bisa kita saksikan. Hanya aku dan kamu yang bercakap di bawah kanopi basah karena diguyur hujan. Se menyenangkan itu ternyata bercakap denganmu. Meskipun kamu sering sekali jahil, tapi tunggu saja kapan-kapan kalau ada waktu aku akan membalasnya. Entah mengapa semenjak saat itu aku selalu menunggu percakapan di esok harinya. Menunggu otak cemerlangmu itu menemukan topik baru untuk dibicarakan. Esoknya aku rindu dengan setiap percakapannya. Aku jatuh ...